Rabu, 19 Juni 2019

Passive Voice & Causative Have


Passive Voice & Causative Have
Passive Voice (Kalimat Pasif) adalah kalimat yang subject-nya dikenai suatu pekerjaan atau menderita suatu. Dengan kata lain subject kalimat tersebut menjadi sasaran kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat pasif adalah kata kerjanya yang berawalan dengan “di-“ dan beberapa lagi memiliki awalan “ter-“ (tergantung pada konteks kalimat).
Active Voice adalah kalimat yang subject-nya berbuat sesuatau atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat aktif adalah kata kerjanya selalu berawalan “me-“ dan beberapa lagi memiliki awalan “ber-“.
Bentuk dari Passive Voice adalah : TO BE / BE + VERB 3
1.      Passive Voice digunakan jika kita hanya ingin fokus pada kejadian bukan pada siapa yang melakukannya.
Example:
Active             : the man is kicking the ball now.
2.      Passive            : the ball is being kicked now
Passive Voice digunakan untuk menghindari suatu subjek yang semu (someone, somebody).
Example :
Active             : someone hit the mirror last night.
Passive            : the mirror was hit last night.
Pola – Pola Passive Voice
·         Simple Present Tense
Rumus:
Active             : S + To Be (is, am, are)
Passive            : S + To Be (is,am,are) + V3
Example:
Active             : Firo writtes a letter
Passive            : a letter is written by Firo
·         Simple Past
Rumus :
Active : S + To Be (was,were) + v2
Passive            : S + To Be (was, were) + V3
Example:
Actived           : i eat fried rice yesterday
Passived          : fried rice was eaten by me yesterday
·         Present Perfect
Rumus :
Active             : S + To Be (has, have) + V3
Passive            :  S + To Be + been + V3
Example :
Active             : we have been helping the poor people
Passive            : the poor people have been being helped by us
·         Past Perfect
Rumus :
Active             : S + To Be (had) + V3
Passive            : S + To Be + been +V3
Example :
Active             : we had watched titanic movie
Passive            : Titanic movie had been watched by us
·         Present Progresive
Rumus :
Active             : S + To Be (is, am, are) + v-ing
Passive            : S + To Be + being +v3
Example:
Active             : Raptalia is helping Naofumi.
Passive            : Naofumi is being helped by Raptalia.
·         Past Progresive
Rumus :
Active             : S + To Be (was, were) + v-ing
Passive            : S + To Be + being Not + V3
Example:
Active             : Yuu  was helping Mai
Passive            : Mai was being helped by Yuu
     
Causative Verb ( Kata Kerja Kausatif ) adalah kata kerja utama atau pokok yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang menyuruh atau menyebabkan orang lain melakukan sesuatu.
Beberapa caustive verb :
have/has                   had
ask                           asked
get                           got
1.      Active Causative
2.      Causative “Have”
Rumus: Subject + have/has + someone + kata kerja Bentuk I
Contoh: I have him clean my shoes
1.      Causative “Get”
Rumus: Subject + Get + someone + to infinitive
Contoh:
He gets Budi to brush the shoes
2.      Passive Causative
Rumus: Subject + have/get + object + kata kerja Bentuk III
Contoh:
The government got the bridge built quickly
Tambahan:
3.      Causative “Make“
Penggunaannya sama dengan causative di atas, namun perintahnya lebih keras (sedikit memaksa)
Rumus: Subject + Make + someone + Kata kerja bentuk I
Contoh:
The teacher always makes the students stay in their own seats
4.      Causative “Want“
Rumus: Subject + Want + object + Kata Kerja Bentuk III
Contoh:
I  want  this chairs painted (saya mau kursi-kursi ini dicat)

Sumber:

Connectors


Connectors

          Connector merupakan kata sambung atau biasa yang disebut kongjungsi yang digunakan untuk menunjukan adanya hubungan antara satu kalimat dengan kalimat berikutnya, ada 3 jebnis connector dalam bahasa inggris yaitu :

·         Coordinating connectors

Coordinating connector menggunakan kata “AND, BUT, OR, or SO”

Contoh kalimat : The sky was blue, but it was very cold.

·         Subordinating connectors

subordinate connector adalah conjunction (kata hubung) yang berada di awal

Contoh kalimat : I’m afraid to swim because an accidentt a month ago.

·         Correlative connector

Correlative connector adalah conjunction (kata hubung) yang digunakan berpasangan untuk menunjukkan hubungan antara dua kata, frasa (phrase), atau klausa (clause).

Contoh kalimat : I travelled from Cibinong to Jepara in twelve hours.

Sumber:

Adjectives & Adverbs

Adjectives & Adverbs
Adjective adalah kata yang merupakan salah satu bagian dari part of speech yang berfungsi untuk menjelaskan noun  termasuk Pronoun. Adjective biasanya mendahului kata benda atau kata ganti yang diberi sifat atau bisa juga berdiri sendiri jika menjadi objek sebuah kalimat nomimal. Cara termudah untuk mengetahui sebuah kata adjective adalah dengan menggabungkannya dengan kata: “Yang” (walaupun tidak mutlak). Jika digabungkan dengan kata “yang” tapi tidak logis, maka itu bukanlah kata sifat. Seperti: jangan yang putih; jangan yang tinggi; jangan yang rusak. Berikut adalah jenis-jenis Adjective:
Ø  ADJECTIVE DEMONSTRATIVE
Demonstrative adjective adalah determiner atau special adjective yang digunakan untuk menerangkan noun dalam hal jarak (distance) dan jumlah (number). Demonstrative adjective terdiri dari: this, that, these, dan those. Determiner ini memiliki bentuk yang identik dengan demonstrative pronoun.
Contoh kalimat : That girl is  my classmate.
ADJECTIVE QUALITATIVE
Qualitative adjective adalah adjective (kata sifat) yang mendeskripsikan karakteristik atau penilaian (opini) dari suatu noun (kata benda).
Contoh kalimat : she look pretty.
Ø  ADJECTIVE QUANTITATIVE
Quantitative Adjective  merupakan kata sifat yang menunjukkan berapa banyak (how much) sesuatu benda yang dimaksudkan.
Contoh kalimat : He spent all his money.
Ø  ADJECTIVE ATTRIBUTIVE
Attributive adjective adalah adjective atau adjective phrase yang normalnya menempati posisi sebelum noun.
Contoh kalimat : Can I borrow your long ruler for a moment?
Ø  ADJECTIVE PREDICATIVE
Predicative adjective adalah adjective yang posisinya setelah noun yang diterangkannya dengan dipisahkan oleh linking verb (lain halnya dengan attributive).
Contoh kalimat : She looks very beautiful.

Adverb (kata keterangan) adalah merupakan satu dari delapan part of speech yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menerangkan verb, adjective, maupun adverb lain. Jika kamu mendapati sebuah kalimat dalam bahasa Inggris mengandung kata yang belakangnya diakhiri dengan -ly seperti quickly, slowly dan lain sebagainya, nah kemungkinan besar itu adalah adverb, dan ketika ada adverb, tentu ada salah satu dari ketiga unsur di atas yang diterangkan. Namun ingat, banyak juga adverb yang memang terlahir sebagai adverb sehingga tidak membutuhkan akhiran -ly seperti fast, well dsb. Dalam percapakan maupun tulisan kata adverb banyak sekali digunakan. Oleh karena itu, jika ingin mahir berbahasa Inggris, materi adverb merupakan salah satu grammar yang harus dikuasi dengan baik. Berikut adalah jenis-jenis Adverb:
Ø  Adverb of Time.
yaitu kata keterangan yang digunakan untuk menyatakan kapan suatu pekerjaan/peristiwa terjadi. Jadi jika menggunakan kalimat tanya selalu dengan kata “kapan“. Adverb yang termasuk dalam kategori time di antaranya adalah: today, tomorrow, last night, next year dan lain sebagainya. Contoh : I visited my friend yesterday.
Ø  Adverb of Place & Direction.
yaitu kata keterangan yang digunakan untuk menyatakan tempat dan arah terjadinya suatu kegiatan/peristiwa. Jadi pertanyaannya adalah “dimana”. Yang termasuk dalam golongan place and direction: in front of, beside, there, everywhere, dan lain sebagainya. Contoh : I am in my home.
Ø  Adverb of Frequency.
yaitu kata keterangan yang menyatakan seberapa sering suatu kegiatan atau peristiwa dilakukan atau terjadi. Jadi pertanyaannya adalah “seberapa sering“. Adverb yang termasuk dalam kategori frequency adalah: always, seldom, never, often, sometimes, usually dan lain sebagainya. Contoh : Ichika always call me when I don’t replay her SMS.
Ø  Adverb of Manner.
yaitu kata keterangan yang digunakan untuk menyatakan cara atau bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan. Jadi jika menggunakan kalimat tanya selalu dengan kata “bagaimana”. Adverb yang termasuk dalam kategori manner adalah: easily, fluently, slowly, seriously, well dan lain sebagainya. Contoh: You speak English fluently.

Sumber:
https://inggrisonline.com/pengertian-jenis-dan-contoh-kalimat-adjective/

Modal Auxiliary


Modal Auxiliary
Modal Auxiliary adalah kata kerja yang bertugas membantu kata kerja utama. Jadi Modal Auxiliary adalah kata kerja pembantu, dan kata kerja utama itu adalah “majikannya”. Contoh: I will explain about modal auxiliary. “Will” adalah kata kerja bantu yang bertugas membantu kata kerja utamanya yaitu “Explain”. Karena hanya pembantu, sehingga ketika dihilangkan tidak akan menjadi masalah dan kalimat tersebut tidak akan kehilangan makna utamanya. Tapi kalau kata kerja utamanya yang dihilangkan, maka kalimat tersebut akan kehilangan makna. Modal auxiliary hanya terdiri dari beberapa kata kerja saja. Jadi kita tidak perlu khawatir dalam memahaminya. Berikut saya jelaskan apa saja yang termasuk modal auxiliary disertai dengan contoh kalimatnya. Berikut adalah pengertian, rumus, contoh kalimat dan fungsi modal auxiliary verbs:
a.       WILL
Fungsi:
Berbicara tentang pekerjaan di masa depan,
Contoh: I won’t (will not) be in the office until 11; I’ve got a meeting
Membuat semi formal permintaan,
Contoh: Will you open the window, please? It’s very hot in here.
b.      SHALL
Fungsi:
Untuk menawarkan sesuatu,
Contoh: Shall I fetch you another glass of wine?
Membuat kalimat saran,
Contoh:  Shall we go to the cinema tonight?


c.       MAY & MIGHT
Fungsi:
Menggambarkan pekerjaan yang mungkin terjadi. Bedanya May lebih memungkinkan terjadi (50% chance); sedangkan might lebih meragukan (mungkin hanya 30% chance).
Contoh: She may be back in her office: the lecture finished ten minutes ago.
Menunjukkan persetujuan atau izin. Jadi biasa diterjemahkan dengan arti “boleh”.
Contoh: You may go home now.
d.      WOULD
Fungsi:
Bentuk past dari will.
Contoh: He said the next meeting would be in a month’s time.
Permintaan tolong yang lebih halus dari “will”.
Contoh: Would you like another cup of tea?
e.       CAN & COULD
Fungsi:
Berbicara tentang kemampuan.
Contoh: Can you speak Mandarin? (present)
She could play the piano when she was five. (past)
Membuat permintaan,
Contoh: Can you give me a ring at about 10?
Could you speak up a bit please? (slightly more formal, polite or ‘softer’)
Permohonan izin,
Contoh: Can I ask you a question?
Could I ask you a personal question? (more formal, polite or indirect)
Pilihan,
Contoh:  If you want some help with your writing, you can come to classes, or you can get some 1:1 help.
f.       MUST
Fungsi:
Untuk menunjukkan sebuah kewajiban atau keharusan.
Contoh: People must try to be more tolerant of each other.
Sugesti/saran/ajakan yang kuat.
Contoh: I think you really must make more of an effort.
Menunjukkan arti “Pasti”.
Contoh: This must be the place – there’s a white car parked outside (ini pasti tempat – ada mobil putih yang diparkir di luar). Jadi must di sini artinya bukan “harus”, tapi “pasti”.
g.      SHOULD
Fungsi:
Memberi Saran.
h.      Contoh: I think you should go for the Alfa rather than the Audi.
Kewajiban, tapi lebih lemah dari “must”.
Contoh: The equipment should be inspected regularly. (Peralatan harus diperiksa secara rutin).
Seharusnya, tapi ga terjadi.
Contoh: I should have renewed my TV licence last month, but I forgot.
i.        OUGHT TO
Ought to punya makna yang sama dengan should, biasanya dipakai pada kalimat affirmative pada waktu present (saat ini).
Contoh: You should/ought to get your hair cut.
C. Catatan untuk Modal Auxiliary.
Tidak bisa diikuti oleh Modal yang lain. Jadi tidak boleh: I should can, kalau terpaksa, maka “can” harus diganti dengan “be able” sehingga menjadi: I should be able.
Tidak bisa berganti bentuk atau ditambahi, misalnya ditambahi “-s” atau “-ed”. Jadi tidak boleh: She cans (tetap she can sekalipun orang ketiga tunggal)
Selain Ought, modal auxiliary tidak boleh diikuti “to”. Jadi tidak boleh: You can to go, tapi harus: you can go.

Sumber:

Affirmative & Negative Agrement, Negation, Commands.


Affirmative & Negative Agrement, Negation, Commands.
Affirmative agrement adalah kalimat yang menyampaikan suatu kejadian tertentu sedang terjadi atau terjadi di waktu lampau atau menyatakan pengumuman. Berikut adalah pola dalam Affirmative Agrement:
affirmative statement “be” + and + [subject + verb “be” + too]
atau
affirmative statement “be” + and + [so + verb “be” + subject]
Berikut adalah contoh dari kalimat affirmative agreement:
My sister always wakes up at 7 am.

Negative agreement adalah Agreement dipakai Ketika seseorang melakukan sesuatu dan kemudian menambahkan bahwa ada orang lain melakukan hal yang sama. Ada 2 cara dalam menyampaikan agreement yaitu untuk pernyataan positif menggunakan kata “too” atau “so”. Cara yang ke dua yaitu agreement untuk pernyataan yang berbentuk negatif menggunakan kata “either” atau “neither.” Either & Neither itu digunakan untuk menghindari pengulangan atau pemborosan kata saat ingin menyatakan pernyataan yang sama dalam bentuk negatif. Berikut adalah pola dalam Negative Agrement:
SUBJECT + AUXILIARY VERB (NEGATIVE) + EITHER
NEITHER + AUXILIARY VERB (POSITIVE) + SUBJECT
Berikut adalah contoh dari kalimat negative agreement:
I didn’t see Yotsuba this morning, and Miku didn’t either.

Negation adalah bentuk pernyataan negatif. Berikut adalah contoh dari kalimat negation : Nino doesn’t come today.
Command adalah perintah untuk menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu pekerjaan, perbuatan atau kegiatan. Berikut adalah contoh dari kalimat command: Wait for me!

Sumber :

VERB AS COMPLEMENT


VERB AS COMPLEMENT
Adalah suatu verb menjadi complement dalam sebuah kalimat, yang bisa berbentuk verb+ing atau to+verb. Penentuan bentuk ini tergantung oleh verb yang menjadi predicate dalam kalimat tersebut.
Ø  Verb + Gerunds
Gerund adalah kata benda yang dibentuk dari kata kerja (verb) + ing. Gerund sebagai pelengkap tidak dapat dijadikan subject dalam kalimat pasif (passive voice). Gerund terletak setelah to be: is/am/are, was/were, been/being/be. Contoh : My hobby is reading.
Ø  Verb + to Infinitive
Infinitives adalah bentuk dasar dari verbs. Dalam bahasa inggris, penulisan infinitives biasanya diawali dengan “to”. Misalnya: to read, to walk, to give, dan seterusnya. Meskipun pada umumnya infinitive diawali dengan “to”, akan tetapi ada beberapa infinitive tanpa “to”, biasanya disebut dengan “bare infinitive”. Contoh : The doctor advised him to stop smoking.
Ø  Verb + Preposition + Gerund
Ada dua kemungkinan jika Gerund digunakan sebagai Object, yakni Object of Preposition dan Object of Verb. Beberapa preposisi lazim yang sering diikuti oleh Gerund adalah: about, in, for, of, without, from, by, dan to. Untuk preposisi “to”, boleh diikuti Gerund jika fungsinya memang sebagai presposisi, bukan bentuk dari infinitive. Contoh : I look forward to going home next year.

Sumber :